Serba-Serbi Alergi Udang, Penyebab Hingga Pengobatannya

Udang adalah salah satu makanan laut atau seafood yang banyak digemari oleh masyarakat. Udang juga bisa diolah menjadi terasi, kerupuk, kaldu, dan sebagainya. Meski demikian, ada sebagian orang yang tidak dapat menikmati udang lantaran alergi terhadap makanan laut ini. Seperti apa ciri-ciri alergi udang dan bagaimana pengobatannya?

Pengertian dan penyebab alergi udang

Alergi udang adalah salah satu jenis alergi kerang-kerangan (shellfish). Alergi jenis ini menyebabkan reaksi alergi setelah mengonsumsi hewan laut bercangkang.

Orang dengan alergi udang bisa saja tidak memiliki alergi seafood atau makanan laut lainnya. Ada dua jenis hewan laut yang yang termasuk di dalam alergi kerang-kerangan yaitu:

Krustasea (berkulit keras) seperti udang, udang karang, kepiting, dan lobster.
Moluska (hewan lunak bercangkang) seperti kerang, tiram, dan remis.
Cleveland Clinic menjelaskan siapa pun dapat mengembangkan reaksi alergi ini sekalipun belum pernah mengalaminya.

Baca Juga : 10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung

Meskipun dapat terjadi pada semua usia, penyakit ini lebih sering muncul pada orang dewasa daripada anak-anak.

Apabila memiliki alergi jenis ini, Anda biasanya juga memiliki alergi terhadap jenis hewan laut bercangkang yang lain.

Namun, hewan laut jenis krustasea lebih sering menyebabkan reaksi alergi daripada jenis moluska.

Gejala dan tanda alergi udang
Alergi telur

Reaksi alergi akibat udang adalah akibat dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap protein dalam daging udang yang disebut tropomiosin.

Saat Anda makan udang, antibodi tubuh akan melepaskan histamin untuk menyerang tropomiosin. Pelepasan histamin ini menyebabkan sejumlah gejala alergi dari ringan hingga mengancam jiwa.

Ciri-ciri alergi udang biasanya muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah mengonsumsi udang.

Mengutip dari Mayo Clinic berikut beberapa gejala reaksi yang biasanya timbul.

Gatal-gatal atau eksim (kulit memerah dan meradang).
Pembengkakan pada bibir, wajah, lidah dan tenggorokan, atau bagian tubuh lainnya.
Hidung tersumbat atau kesulitan bernapas.
Sakit perut, diare, mual, atau muntah.
Pusing, sakit kepala ringan, bahkan pingsan.
Alergi jenis ini bisa menyebabkan reaksi parah dan berpotensi mengancam jiwa yang dikenal sebagai syok anafilaksis.

Anafilaksis yaitu reaksi sistem imun parah yang timbul dengan tiba-tiba selepas tubuh terpapar pemicu alergi atau alergen.

Kondisi ini bisa terjadi pada makanan penyebab alergi apa pun.

Syok anafilaksis merupakan keadaan darurat yang memerlukan perawatan di rumah sakit. Tanda dan gejala anafilaksis adalah sebagai berikut.

Tenggorokan bengkak atau benjolan di tenggorokan (penyempitan saluran napas) yang membuat sulit bernapas.
Syok dengan penurunan tekanan darah yang parah.
Pusing, sakit kepala ringan, atau kehilangan kesadaran.
Diagnosis alergi udang

Alergi udang bisa sulit untuk didiagnosis. Pasalnya, reaksi alergi yang timbul bisa berbeda-beda untuk setiap orang.

Anda bahkan bisa mengalami reaksi alergi meski tidak mengonsumsi udang secara langsung, misalnya ada campuran bahan olahan udang (terasi, kaldu, dan lainnya) dalam makanan Anda.

Apabila Anda pernah mengalami reaksi alergi setelah memakan udang, penting untuk berkonsultasi dengan ahli alergi atau dokter.

Anda mungkin juga perlu menjalani tes dan pemeriksaan untuk mendiagnosis alergi makanan.

Untuk membuat diagnosis, ahli alergi biasanya akan mengajukan pertanyaan rinci tentang riwayat gejala alergi.

Ahli alergi mungkin akan melakukan beberapa tes alergi, seperti tes tusuk kulit (skin prick test) serta tes darah.

Tes Kulit Alergi: Persiapan, Jenis-jenis, Efek Samping
Jika Anda sering merasakan gatal dan menjumpai ruam pada kulit, ada kemungkinan hal tersebut adalah pertanda dari reaksi alergi kulit. Gejala alergi memang mirip dengan penyakit lainnya. Oleh sebab itu, Anda mungkin perlu menjalani berbagai tes alergi di kulit. Apa saja? Mengapa uji alergi ini dilakukan? Pada dasarnya, tes alergi dilakukan untuk mengetahui senyawa apa yang dapat […]

Pengobatan alergi udang
Buku Shellfish Allergy (2021) menjelaskan bahwa tidak ada pengobatan khusus untuk alergi jenis ini. Namun, menghindari makanan yang mengandung bahan dari udang akan sangat membantu.

Dokter mungkin akan mengobati reaksi alergi ringan dengan obat-obatan seperti antihistamin untuk mengurangi gejala alergi, seperti ruam dan gatal.

Jika Anda mengalami reaksi alergi parah (anafilaksis), dokter biasanya akan memberikan suntikan darurat epinefrin (adrenalin) untuk mengobati syok anafilaksis.

Apabila Anda berisiko mengalami reaksi alergi yang parah, Anda perlu membawa epinefrin yang dapat disuntikkan. Anda juga lebih baik menyediakan obat alergi makanan milik pribadi.

Setelah Anda menggunakan epinefrin segera cari perawatan medis darurat, bahkan jika sudah mulai merasa membaik.

Banyak orang dengan alergi makanan bertanya-tanya apakah kondisi alergi mereka itu permanen. American College of Asthma, Allergies & Immunology (ACAAI) menjelaskan bahwa tidak ada jawaban yang pasti.

Seiring waktu, alergi terhadap susu, telur, dan kedelai bisa hilang. Alergi terhadap kacang tanah, ikan, dan kerang-kerangan biasanya berlangsung seumur hidup.

Sekitar sepertiga anak-anak dan orang dewasa dengan alergi makanan mengalami gejala alergi makanan yang semakin ringan seiring waktu.

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung

Berdasarkan data WHO tahun 2015, penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) menyebabkan 17,7 juta kematian di dunia. Meskipun begitu, kabar baiknya ada banyak cara yang bisa Anda dan keluarga lakukan untuk mencegah penyakit jantung. Lantas, apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung yang perlu Anda ketahui? Simak ulasannya di bawah ini.

Cara jitu mencegah penyakit jantung dan kekambuhannya

Jantung adalah organ penting yang berfungsi untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Itulah sebabnya, menjaga kesehatan jantung itu penting. Bila tidak, berbagai jenis penyakit jantung, seperti aterosklerosis, aritmia, atau serangan jantung bisa menyerang Anda di kemudian hari.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), kunci mencegah penyakit jantung adalah menerapkan diet sehat. Alasannya, dengan hidup lebih sehat, Anda dapat menjaga tekanan darah normal, juga kadar kolesterol dan gula darah tetap normal. Ini artinya, Anda menurunkan berbagai risiko penyakit kardiovaskuler.

Baca Juga : Ini 10 Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa yang Penting Didapatkan

Tindakan pencegahan ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang yang sehat, tapi juga bagi penderita jantung yang tidak ingin penyakitnya kembali kambuh.

Supaya lebih jelas, mari bahasa satu per satu cara mencegah penyakit jantung dengan menerapkan gaya hidup sehat berikut ini.

1. Konsumsi makanan yang sehat untuk jantung

Mencegah penyakit jantung dan mengendalikan penyakit tersebut agar tidak kembali kambuh bisa dilakukan dengan memerhatikan pilihan menu makanan setiap hari. “Anda bisa mengurangi risiko penyakit ini dengan makan makanan yang baik untuk jantung setiap hari,” ujar Julia Zumpano, RD, LD, ahli diet kardiologi pada situs Cleveland Clinic.

Beragam jenis makanan yang membantu menjaga kesehatan jantung dan menghindari kekambuhan penyakit kardiovaskuler, di antaranya:

Ikan kaya omega 3, seperti salmon, tuna, atau bandeng yang berpotensi mencegah peradangan pada pembuluh darah.
Kacang tinggi omega 3, seperti almond atau kenari dapat menjaga jantung selalu sehat.
Buah beri, buah sitrus, anggur, ceri, tomat, alpukat, delima, dan apel yang kaya antioksidan untuk mengurangi radikal bebas. Anda bisa menikmati buah yang sehat bagi jantung dan mendukung efektivitas obat untuk sembuhkan penyakit jantung ini secara langsung atau dibuat jus.
Oat, biji rami, dan biji chia yang tinggi serat dan omega 3 baik berpotensi meningkatkan kesehatan jantung.
Kacang kedelai, edamame, kacang tanah, dan kacang hitam yang kaya isoflavon, vitamin B, dan serat yang baik untuk jantung.
Sayur-mayur, seperti bayam, selada, wortel, brokoli, dan ubi jalar mengandung vitamin C, kalium, dan folat dapat mendukung fungsi jantung.
Makanan lain yang bisa Anda konsumsi untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah kambuhnya gejala penyakit jantung adalah ubi, yogurt, cokelat serta tidak berlebihan minum kopi.
2. Batasi atau hindari pantangan makanan

Guna menjaga kesehatan jantung dan mencegah kekambuhan penyakit jantung, Anda bisa menghindari berbagai pantangan berikut ini:

Makanan tinggi lemak dan kolesterol
Salah satu penyebab penyakit kardiovaskuler adalah penumpukan dan penyumbatan plak di pembuluh darah arteri. Plak in terbentuk dari kolesterol, lemak, atau kalsium berlebihan.

Semua zat yang membentuk plak itu sebagian besar berasal dari makanan yang dikonsumsi setiap hari. Contohnya, makanan cepat saji, makanan yang digoreng, makanan berlemak, dan makanan yang tinggi kolesterol. Jika makanan ini sering dikonsumsi, plak di arteri bisa menumpuk dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler.

Akan lebih baik, pilih makanan yang cara mengolahnya dipanggang, direbus, atau dikukus. Sekali pun digoreng, bahan yang digunakan adalah minyak zaitun. Kemudian, saat mengonsumsi daging sapi atau ayam, sisihkan bagian lemaknya dan jangan lupa kombinasikan dengan protein lain, misalnya ikan.

Merokok
Jika Anda seorang perokok, berusahalah untuk berhenti merokok dan menjauhi asap rokok mulai saat ini sebagai cara untuk menghindari penyakit jantung. Bahkan, menurut World Health Organization (WHO), risiko serangan jantung dan stroke dapat menurun secara drastis tepat setelah orang menghentikan kebiasaan yang kurang sehat ini.

Minum alkohol dan minuman bersoda
Alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan kadar trigliserida di dalam tubuh. Jika dikonsumsi secara berlebihan, alkohol dapat meningkatkan risiko Anda mengalami obesitas, kecanduan alkohol, dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, batasi konsumsi alkohol Anda, untuk membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus mencegah terjadinya penyakit jantung.

Selain alkohol, Anda juga harus mengurangi kebiasaan minum minuman bersoda. Pasalnya, minuman ini mengandung tinggi gula, dapat menaikkan berat badan, dan pada akhirnya bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sesekali minum tidak masalah, asal jangan terlalu sering dan batasi porsinya untuk mencegah terjadinya penyakit jantung atau kekambuhan gejalanya.

Komsumsi camilan makanan asin
Cara mencegah penyakit jantung selanjutnya adalah mengurangi konsumsi makanan asin, seperti keripik kentang dan camilan gurih lainnya. Makanan yang tinggi garam ini dapat meningkatkan risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).

Jika Anda sudah punya hipertensi, risiko terkena penyakit jantung akan semakin besar. Jika Anda tetap bandel mengonsumsi makanan tinggi garam, fungsi jantung akan semakin lemah dan arteri akan rusak. Seiring waktu, kondisi ini akan menyebabkan gagal jantung, yakni jantung sulit memasok aliran darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Walaupun garam itu dibutuhkan tubuh agar sel, jaringan, dan organ dapat bekerja dengan baik, asupannya tidak boleh berlebihan. Jadi, kurangi kebiasaan ngemil makanan asin untuk mencegah penyakit jantung.

3. Rutin olahraga dan tetap aktif

Olahraga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan paru, menjaga kadar kolesterol normal dan tekanan darah normal, serta menjaga berat badan tetap sehat. Sebaliknya, jika Anda malas olahraga, risiko berbagai penyakit akan semakin tinggi, termasuk penyakit kardiovaskuler.

Oleh karena itu, menghindari penyakit jantung juga bisa dilakukan dengan cara berolahraga setidaknya 30 menit sehari, minimal 5 hari seminggu.

Semua olahraga pada dasarnya baik. Namun, ada beberapa yang sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan jantung dan bagi pasien penyakit jantung seperti berjalan kaki, jogging, naik sepeda, berenang, yoga, atau latihan angkat beban.

Aktivitas fisik sebenarnya tak terbatas hanya dengan olahraga. Saat Anda berada di kantor, luangkan waktu istirahat sejenak untuk bangkit berdiri, gerakkan kaki dan tangan Anda, dan lakukan pemanasan ringan untuk memompa jantung Anda.

4. Jaga berat badan ideal

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit kardiovaskuler. Oleh karena itu, jika Anda ingin mencegah penyakit jantung, cara yang harus Anda lakukan adalah menjaga berat badan tetap idel.

Caranya, atur pola makan dengan tidak makan secara berlebihan. Sebuah studi yang diterbitkan pada American Heart Association menyebutkan bahwa makan berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung pada orang yang sudah bermasalah pada jantungnya.

Ini karena makanan akan melepaskan banyak hormon ke dalam aliran darah sehingga bisa meningkatkan detak jantung, gumpalan darah, dan tekanan darah. Hal ini bisa memperberat kerja jantung dan memicu penyumbatan, yang akhirnya bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Selain porsi makan yang perlu dibatasi, imbangi juga dengan aktivitas fisik seperti rutin berolahraga setiap hari. Tindakan pencegahan penyakit jantung ini bisa Anda lakukan dengan rutin olahraga dan menghindari makanan terlalu banyak.

Di samping itu, kurangi kebiasaan menonton TV terlalu lama, apalagi sambil ngemil makanan asin. Untuk memantau berapa berat badan ideal Anda, hitung Body Mass Index (BMI) melalui kalkulator BMI.

5. Perbanyak minum air putih

Rajin minum air putih menjadi cara mencegah penyakit jantung yang cukup ampuh, tapi sering kali dipandang sebelah mata. Tindakan pencegahan penyakit jantung ini dilakukan karena dehidrasi (kurang cairan tubuh) berdampak buruk bagi jantung.

Ketika Anda dehidrasi, jumlah darah dalam tubuh akan berkurang. Untuk mengimbanginya, jantung akan berdetak lebih cepat.

Tubuh juga menyimpan lebih banyak natrium membuat darah menjadi lebih tebal dan menyulitkannya bersirkulasi dengan baik. Kinerja jantung dalam memompa darah akan jadi semakin berat. Itulah sebabnya, Anda harus cukup minum setiap hari untuk mendukung kinerja jantung.

6. Belajar mengelola stres

Stres adalah hal yang wajar terjadi dan bisa dialami oleh semua orang. Masalahnya, bukanlah apa yang menyebabkan stres, tapi bagaimana Anda meresponnya.

Saat Anda sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi hormon adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, dalam jangka panjang tekanan darah bisa meningkat dan berpotensi menyebabkan berbagai masalah pada jantung.

Jadi, cara mencegah penyakit jantung terkait hal ini adalah pintar-pintar mengelola emosi. Tindakan pencegahan penyakit jantung terkait stres ini bisa Anda lakukan dengan mencoba meditasi, yoga, atau teknik pernapasan dalam. Jika stress Anda sudah dirasa berlebihan, jangan ragu untuk mengunjungi psikolog.

Seks kerap kali timbul karena kehidupan seks memburuk bagi penderita penyakit jantung dan pembuluhnya. Michael Blaha, MD, MPH, peneliti dari John Hopkins Center menjawab kekhawatiran pasien penyakit jantung mengenai hal ini.

Menurutnya, melakukan hubungan seks itu aman untuk pasien penyakit kardiovaskuler karena risiko terjadinya serangan jantung selama aktivitas tersebut sangat rendah, yakni kurang dari 1 persen. Selain itu, durasi aktivitas seks juga cenderung lebih pendek jika dibandingkan dengan aktivitas fisik, seperti olahraga.

Lantas, apakah viagra aman digunakan untuk penderita jantung yang ingin meningkatkan kehidupan seksnya? Viagra atau obat penghambat phosphodiesterase-5 (PDE5) adalah obat untuk meningkatkan performa seks dan ini aman digunakan untuk penderita penyakit jantung.

Akan tetapi, penggunaan obatnya tetap harus diawasi dokter. Mengingat, adanya efek samping yang mungkin terjadi jika obat digunakan dengan tepat.

7. Berjemur sinar matahari

Tindakan pencegahan penyakit jantung dan kekambuhannya adalah rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi. Kenapa? Alasannya sinar matahari memiliki potensi untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh plak pada pembuluh darah jantung.

Di samping itu, manfaat lain dari sinar matahari pagi untuk jantung adalah menurunkan kadar kolesterol dan tekanan darah serta memperkuat otot jantung untuk memompa darah. Cobalah untuk berjemur di pagi hari selama 10 menit setiap hari, namun pastikan sinar matahari mengenai kulit Anda secara langsung.

8. Ikuti panduan khusus berpuasa

Jika Anda seorang penderita jantung dan ingin menjalani puasa tanpa gangguan dari gejala yang kambuh, Anda tidak perlu cemas. Pasalnya, beberapa pasien jantung masih bisa menjalani puasa dengan nyaman dan aman, caranya yakni:

Pastikan Anda mendapat izin dari dokter untuk berpuasa. Lakukan konsultasi pada dokter sebulan atau 2 bulan sebelum memasuki bulan Ramadan. Tujuannya, untuk memastikan tubuh Anda dalam keadaan sehat dan mampu menjalani puasa serta menyesuaikan waktu minum obat sakit jantung.
Sahur dan berbuka dengan menu makanan yang direkomendasikan dokter atau ahli gizi. Selain itu, hindari berbagai pantangan makanan yang memicu munculnya gejala.
Cukupi asupan air putih seperti hari biasanya, supaya Anda tidak dehidrasi dan jantung dapat bekerja dengan baik. Trik sederhananya ikuti panduan 2-4-2 atau 2 gelas saat sahur, 4 gelas ketika buka puasa (2 gelas sehabis ta’jil dan 2 gelas sehabis tarawih), dan 2 gelas air putih sebelum tidur. Kecuali, jika Anda merupakan pasien gagal jantung, biasanya asupan air akan dibatasi.
Jangan lupa istirahat dan periksa kesehatan tubuh secara rutin.
9. Cek kesehatan rutin

Upaya pencegahan penyakit jantung bisa Anda lakukan dengan cek kesehatan rutin. Ini meliputi pengecekan tekanan darah, kolesterol, dan gula dalam darah.

Pasalnya kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah yang tinggi bisa memperbesar risiko Anda terkena penyakit kardiovaskuler. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa memantau kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Anda perlu memulai cara mencegah penyakit jantung ini ketika sudah berusia 20 tahun. Ingat sekarang ini, penyakit kardiovaskuler tidak hanya menyerang lansia saja. Orang dewasa di atas 20 tahun juga bisa terserang penyakit kronis ini karena penerapan gaya hidup yang buruk.

Jika Anda sudah punya penyakit diabetes, pengecekan gula darah harus disesuaikan. Begitu juga dengan orang yang punya hipertensi (tekanan darah tinggi). Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter mengenai hal. Selalu ikuti anjuran dokter, terutama dalam aturan minum obat dan penerapan gaya hidup.

10. Pahami gejala penyakit jantung

Memahami gejala penyakit jantung termasuk cara mencegah penyakit tersebut. Pasalnya, mewaspadai gejala lebih awal membuat seseorang akan memperoleh perawatan yang tepat lebih cepat. Itu artinya, keparahan gejala sekaligus komplikasi penyakit jantung, seperti serangan jantung, gagal jantung, atau stroke dapat dihindari.

Gejala penyakit kardiovaskuler yang perlu Anda ketahui, meliputi:

Nyeri dada, seperti ditekan dan menimbulkan rasa tidak nyaman
Napas jadi pendek alias sesak napas
Detak jantung tidak beraturan
Tubuh lemas dan kepala terasa pusing membuat Anda seakan mau pingsan
Jika Anda mengalami gejala atau mendapati orang di sekitar Anda menunjukkan gejala demikian, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Bisa juga dengan menghubungi tim medis di 118 atau 119 untuk kondisi gawat darurat.

Ini 10 Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa yang Penting Didapatkan

Vaksinasi adalah salah satu upaya pamungkas yang berguna untuk menurunkan risiko seseorang mengalami infeksi virus penyebab penyakit berbahaya. Pemberian vaksin ini terbukti mampu mendorong kekebalan tubuh saat terserang virus tertentu. Dengan begitu, tubuh akan lebih kuat menangkalnya dan virus akan lebih sulit untuk berkembang serta tak berisiko menimbulkan gejala yang lebih membahayakan penderitanya.

Namun, tahukah kamu jika vaksinasi ini tidak hanya diberikan saat masih bayi atau balita saja? Faktanya, ada beberapa jenis vaksin yang masih perlu didapatkan secara berkala oleh orang dewasa sekalipun. Tujuannya tetap sama, yaitu mencegah risiko penyakit atau virus tertentu untuk menyerang tubuh.

Baca Juga : Atasi Gejala Sakit Maag, Ini Deskripsi, Manfaat, Hingga Efek Samping Obat Antasida

Lantas, apa saja jenis vaksin untuk orang dewasa yang penting didapatkan agar kondisi kesehatan dan imunitas tubuh tetap prima? Berikut adalah ulasannya.

10 Jenis Vaksin untuk Orang Dewasa

Vaksin untuk Orang Dewasa

Dilansir dari Centers for Diseases Control & Prevention, berikut adalah 10 jenis vaksin yang penting didapatkan oleh orang dewasa.

Vaksin Influenza
Influenza, atau biasa disebut dengan flu, adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus. Penyakit ini pada umumnya tidak akan memberikan gejala serius hingga mampu mengancam nyawa penderitanya. Namun, flu tetap bisa menjadi masalah kesehatan yang mengganggu jika tidak ditangani dengan tepat.

Di samping itu, penularan dari penyakit ini juga terbilang cepat sehingga penanganan yang terbaik perlu dilakukan untuk mengatasinya. Salah satu caranya adalah dengan memberikan vaksin influenza. Dengan pemberian jenis vaksin tersebut, virus penyebab influenza akan lebih sulit untuk berkembang sehingga gejala yang ditimbulkan menjadi lebih ringan serta mampu sembuh lebih cepat.

Pada dasarnya, semua orang dewasa harus memperoleh vaksin flu ini, terlebih pada ibu hamil, penderita masalah medis jangka panjang, maupun orang dengan usia 65 tahun ke atas. Pemberian vaksin ini sebaiknya dilakukan setiap tahun karena virus influenza diketahui akan terus berevolusi dan bermutasi seiring berjalannya waktu.

Vaksin TDaP atau Tetanus, Difteri, & Pertusis
Pemberian vaksin TDaP dilakukan dengan tujuan untuk meminimalkan risiko infeksi tetanus, pertusis atau batuk rejan, dan difteri.

Bagi kamu yang belum tahu, ketiga penyakit tersebut mampu menyebabkan masalah kesehatan serius hingga kematian. Oleh karena itu, pemberian vaksin ini tidak boleh sampai dilewatkan, tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa setiap 10 tahun sekali.

Berdasarkan data, semenjak vaksin tersebut diperkenalkan, kasus penyakit difteri dan tetanus telah mengalami penurunan mencapai 99 persen. Sementara untuk penyakit batuk rejan atau pertusis mengalami penurunan hingga 80 persen.

Vaksin Hepatitis A dan B
Hepatitis A dan B adalah jenis virus yang juga perlu diwaspadai tidak hanya oleh anak-anak, tapi juga orang dewasa. Saat menginfeksi tubuh, jenis virus tersebut mampu memicu masalah kesehatan terhadap organ hati. Hal ini membuat pemberian vaksin hepatitis A serta hepatitis B perlu untuk dilakukan.

Untuk hepatitis A, vaksinasi dilakukan sebanyak 2 kali dengan masing-masing dosis diberi jarak waktu selama 6 bulan. Sedangkan untuk hepatitis B, vaksinasi diberikan sebanyak 3 kali suntikan dengan jarak pada dosis kedua adalah 1 bulan, dan dosis ketiga diberikan paling tidak 2 bulan pasca pemberian dosis vaksin yang kedua.

Vaksin HPV atau Human Papillomavirus
HPV atau human papillomavirus adalah jenis infeksi virus yang berisiko menimbulkan kanker serviks, vagina, dan vulva pada wanita. Infeksi virus tersebut juga bisa menyerang kaum pria dan menyebabkan kanker penis. Selain itu, HPV juga merupakan pemicu dari masalah kanker mulut, kanker tenggorokan, kutil kelamin, hingga kanker kelamin.

Vaksin ini pada dasarnya dianjurkan untuk diberikan pada anak perempuan atau laki-laki di rentang umur 11 hingga 12 tahun. Namun, bagi wanita berusia kurang dari 26 tahun, maupun pria dengan usia di bawah 21 tahun, vaksin ini masih bisa didapatkan.

Pemberian vaksin HPV terbagi ke dalam 3 dosis dengan jarak waktu pemberian yang berbeda. Untuk dosis kedua akan diberikan dengan selang waktu sekitar 1 hingga 2 bulan pasca pemberian dosis pertama. Sementara untuk dosis ketiga harus diberikan dengan rentang waktu 6 bulan setelah pemberian vaksin HPV dosis kedua.

Vaksin Pneumokokus
Pneumokokus adalah bakteri yang mampu menjadi penyebab pneumonia saat menginfeksi tubuh. Selain itu, bakteri tersebut juga bisa menyebabkan meningitis dan infeksi darah yang semuanya memiliki risiko kematian terhadap penderitanya.

Untuk mencegah infeksi dari bakteri pneumokokus, terdapat 2 jenis vaksin yang bisa didapatkan, yakni:

PCV (dianjurkan untuk anak-anak dengan usia kurang dari 2 tahun).
PPSV (dianjurkan untuk orang dewasa dengan rentang usia 65 tahun atau lebih dengan pemberian 1 dosis untuk seumur hidup).
Vaksin MR atau Measles dan Rubella
Sesuai namanya, vaksin MR atau Measles dan Rubella merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit menular rubella dan campak. Vaksin MR sendiri wajib diberikan pada seluruh anak yang berusia 9 bulan hingga di bawah 15 tahun, serta ibu hamil guna mencegah risiko keguguran dan kecacatan pada bayi.

Meski telah diberikan ketika masih anak-anak, vaksin MR tetap perlu didapatkan oleh orang dewasa guna menjamin kekebalan tubuh terhadap penyakit tersebut.

Satu hal lagi yang perlu kamu tahu, vaksin MR itu merupakan pengganti dari vaksin MMR yang kini sudah tidak tersedia lagi di Indonesia.

Vaksin BCG
Selain yang telah disebutkan sebelumnya, vaksin BCG juga harus masuk ke dalam deretan vaksin untuk orang dewasa yang penting didapatkan. Dengan mendapatkan vaksin ini, kamu akan mendapatkan kekebalan terhadap infeksi dari Mycobacterium tuberculosis, yaitu bakteri mematikan penyebab tuberkulosis.

Vaksin BCG dianjurkan untuk diberikan kepada bayi, anak, serta orang dewasa berumur 16 sampai 35 tahun, khususnya yang memiliki risiko tinggi terinfeksi TB. Bagi orang dewasa yang belum pernah memperoleh vaksin tersebut sebelumnya diwajibkan untuk melakukan vaksinasi agar terlindungi dari risiko tuberkulosis.

Vaksin Cacar Air
Cacar air adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh virus bernama varicella zoster. Risiko masalah kesehatan tersebut dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi cacar air yang diberikan sebanyak dua dosis dengan rentang waktu pemberian antara 4 hingga 8 minggu. Pemberian vaksin cacar air harus dilakukan kepada orang yang belum pernah menderita penyakit tersebut atau penyakit tertentu, misalnya, HIV dan kanker.

Vaksin Herpes Zoster
Mirip dengan cacar air, herpes zoster atau cacar api memiliki gejala munculnya bintil. Bintil tersebut bisa terus membengkak hingga akhirnya menyebabkan luka lepuh, sensasi gatal, lemas, terbakar, sampai sakit kepala.

Untuk menurunkan risiko terinfeksi penyakit tersebut, kamu bisa melakukan vaksinasi herpes zoster. Dengan pemberian vaksin sebanyak 1 dosis saja, risiko penyakit herpes zoster bisa dicegah hingga 50 persen.

Vaksin COVID-19
Jenis vaksin untuk orang dewasa terakhir yang harus kamu dapatkan guna menunjang kesehatan adalah vaksin COVID-19.

Semenjak merebaknya virus Corona di hampir semua penjuru dunia, vaksin ini perlu didapatkan oleh semua orang dari segala kelompok usia. Manfaatnya adalah untuk menurunkan risiko infeksi virus Corona serta meredakan gejala yang mungkin ditimbulkan saat sudah terlanjur terpapar.

Tergantung dari jenisnya, vaksin ini diberikan dengan dosis serta jarak waktu yang berbeda. Namun, berdasarkan aturan dari pemerintah, vaksin COVID-19 diberikan sebanyak 3 kali dengan dosis ketiga sebagai vaksin booster.

Atasi Gejala Sakit Maag, Ini Deskripsi, Manfaat, Hingga Efek Samping Obat Antasida

Tidak dapat dipungkiri jika masalah lambung menjadi penyakit yang kerap dialami oleh masyarakat di zaman sekarang ini. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari jarang mengonsumsi makanan yang sehat, terlalu sering mengonsumsi kopi, telat makan, hingga beban stres yang terlalu berat.

Beberapa contoh gangguan lambung yang cukup banyak diderita oleh masyarakat adalah sakit maag dan juga asam lambung yang meningkat. Jika dibiarkan, masalah kesehatan tersebut menimbulkan gejala berupa rasa perih dan nyeri di bagian perut dan dada, bahkan bisa memicu heartburn. Tidak hanya itu, penyakit tersebut juga tidak jarang menyebabkan mual hingga muntah sehingga perlu segera diobati.

Baca Juga : Tetanus: Gejala, Komplikasi, hingga Cara Mengobatinya

Salah satu jenis obat untuk mengatasi masalah sakit maag dan asam lambung adalah antasida atau antacid. Walaupun termasuk sebagai obat bebas dan bisa dibeli tanpa memerlukan resep dokter, penggunaannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan agar tak memicu gejala efek samping berbahaya. Oleh karena itu, sebelum mengonsumsinya, simak dulu deskripsi antasida, manfaat, aturan pakai dan dosis, hingga efek samping yang mungkin ditimbulkan berikut ini.

Apa Itu Antasida?

Obat Antasida

Antacid atau antasida adalah jenis obat yang berguna untuk mengatasi munculnya gejala akibat asam lambung atau sakit maag. Cara kerjanya adalah dengan menetralkan kadar asam lambung agar tidak sampai meningkat terlalu banyak. Dengan mengonsumsi obat tersebut, keluhan asam lambung naik yang diderita pasien biasanya akan bisa diredakan.

Beberapa contoh gejala akibat penyakit lambung ini adalah rasa nyeri pada ulu hati, dada terasa panas atau heartburn, muntah dan mual, serta perut terasa kembung. Manfaatnya akan langsung bekerja dalam waktu beberapa menit pasca diminum. Meski begitu, pahami jika obat tersebut hanya berperan untuk meredakan gejala atau keluhan dari penyakit asam lambung saja, bukan menyembuhkannya secara total.

Obat ini tersedia dengan bentuk cairan suspensi maupun tablet kunyah yang umumnya dapat dibeli di apotek secara bebas tanpa memerlukan resep dokter. Selain itu, tidak jarang penggunaan dari obat ini akan dikombinasikan bersama obat lain guna mengatasi gejala asam lambung, sakit maag, maupun gastritis dengan lebih optimal. Namun, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengombinasikan obat ini bersama obat lain guna menjamin manfaatnya dan meminimalkan risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Deskripsi Obat Antasida

Antasida

Antasida tergolong sebagai obat bebas sehingga bisa dibeli di apotek tanpa memerlukan resep dokter. Obat ini bermanfaat untuk menetralkan kadar asam lambung dan dapat dikonsumsi oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Meski begitu, bagi ibu hamil atau menyusui, usahakan untuk mengonsumsi obat ini setelah berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Tujuannya untuk memastikan bahwa gejala efek sampingnya tidak membahayakan kesehatan ibu dan bayi, serta menjamin manfaatnya lebih besar ketimbang risikonya.

Beberapa jenis obat yang tergolong sebagai antasida, antara lain aluminium hidroksida, magnesium karbonat, kalsium karbonat, magnesium hidroksida, dan magnesium trisilikat. Obat maag ini juga tak jarang dicampurkan dengan obat lain, seperti, alginat dan simethicone. Contoh merek dagang dari obat ini adalah Biogastron, Dexanta, Antasida Doen, Gastran, Promag, Konimag, Mylanta, Simeco, Polysilane, dan Gestrig.

Hal yang Wajib Diperhatikan saat Akan mengonsumsi Antasida
Meski tergolong obat bebas, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsinya:

Jangan mengonsumsi obat ini jika memiliki alergi terhadap antasida maupun kandungan di dalamnya.
Konsultasi dengan dokter terkait penggunaannya pada anak usia kurang dari 12 tahun.
Konsultasi dengan dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit jantung, penyakit ginjal, diabetes, hipertensi, fenilketonuria, radang usus, maupun penyakit hati sebelum mengonsumsinya.
Konsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat ini saat sedang mengalami konstipasi, diet rendah garam, maupun diare.
Konsultasi dengan dokter saat akan mengonsumsinya jika sedang hamil maupun menyusui.
Konsultasi dengan dokter terkait penggunaan obat ini jika sedang mengonsumsi suplemen, obat, ataupun produk herbal tertentu.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul gejala overdosis atau alergi obat pasca menggunakan obat ini.
Aturan Pakai dan Dosis Obat Antasida
aturan minum antasida

Aturan Minum Obat Antasida

Selalu baca dosis dan aturan pakai obat yang tertera di kemasan produk sebelum mengonsumsinya. Beberapa produk obat ini memiliki kandungan aluminium hidroksida sebanyak 200 mg dan magnesium hidroksida sebanyak 200 mg yang terdapat pada bentuk obat tablet kunyah. Aturan pakai dan dosis penggunaan obat tersebut adalah 1 sampai 2 tablet, dan dikonsumsi 3 hingga 4 kali per hari.

Sementara itu, untuk antasida berupa cairan suspensi, penggunaannya adalah 1 sampai 2 sendok takaran, sebanyak 3 hingga 4 kali per hari. Jika ragu terkait aturan pakai dan dosis obat, diskusikan terlebih dulu dengan dokter guna mengetahui cara penggunaan yang tepat, termasuk lama waktu pengobatannya dengan menyesuaikan kondisi kesehatan pasien.

Cara Tepat Mengonsumsi Antasida
konsumsi obat antasida

Konsumsi Obat Antasida

Pastikan untuk mengikuti anjuran dan saran dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Selain itu, baca juga petunjuk pemakaian yang terdapat pada kemasan saat akan menggunakannya.

Pada jenis tablet kunyah, konsumsi dengan cara mengunyahnya sebelum ditelan, lalu minum segelas air putih. Untuk jenis cairan suspensi, kocok terlebih dahulu botol obat saat akan mengonsumsinya dan selalu gunakan sendok takaran yang disediakan di dalam kemasan.

Baik antasida bentuk cairan suspensi atau tablet kunyah boleh dikonsumsi apabila gejala asam lambung mulai terasa atau sudah muncul. Obat ini dapat dikonsumsi saat maupun segera sesudah makan.

Jika lupa dikonsumsi, pasien disarankan untuk mengonsumsinya dengan segera apabila jadwal penggunaan berikutnya masih lama. Apabila ada jenis obat lain yang dikonsumsi secara rutin, beri jeda waktu sekitar 2 hingga 4 jam pasca mengonsumsi obat antasida.

Terkait penyimpanannya, letakkan obat ini di tempat yang jauh dari sinar matahari, memiliki suhu ruang, dan tidak lembap. Selain itu, jauhkan obat tersebut dari jangkauan hewan peliharaan atau anak-anak.

Interaksi Antasida saat Dikonsumsi Bersama Obat Lain
Sama halnya dengan jenis obat lainnya, antasida juga mampu menimbulkan berbagai reaksi saat dikonsumsi bersama obat lain, seperti:

Gangguan pada penyerapatan cimetidine, tetrasiklin, chloroquine, ciprofloxacin, ketoconazole, rifampicin, cefdinir, hydroxychloroquine, levothyroxine, chlorpromazine, cefpodoxime, rosuvastatin, maupun suplemen vitamin.
Menurunkan efek dari obat polystyrene, velpatasvir, atau suplhonate.
Meningkatkan penyerapan dari obat dengan kandungan asam sitrat.
Meningkatkan pembuangan pada obat salisilat.
Beberapa Efek Samping Penggunaan Obat Antasida
Selain interaksi obat di atas, mengonsumsi obat ini juga bisa memicu munculnya efek samping ringan yang umumnya tak membahayakan nyawa pasiennya. Beberapa efek samping dari penggunaannya sebagai berikut.

Diare.
Muntah dan mual.
Perut kembung.
Kram pada perut.
Sembelit.
Jika gejala efek samping tersebut tak kunjung membaik atau bahkan semakin memburuk, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar bisa ditangani dengan tepat. Selain itu, lakukan hal yang sama saat pasien mengalami gejala overdosis atau alergi obat dengan tanda seperti, bibir dan kelopak mata membengkak, muncul ruam dan gatal pada kulit, maupun kesulitan bernapas.

Harga Obat Antasida
Secara umum, obat antasida harganya terbilang sangat terjangkau. Di apotek, tidak sedikit produk obat ini dibanderol dengan harga mulai 2 ribu sampai belasan ribu Rupiah saja, tergantung dari merek dan jumlah atau ukuran produknya. Dengan kata lain, dengan harga jual produk yang terjangkau tersebut, kamu bisa mengatasi masalah penyakit lambung dengan segera tanpa harus menahan rasa sakit yang mampu mengganggu aktivitas sehari-hari.

Jangan Anggap Remeh Penyakit Lambung dan Segera Obati Pakai Antasida dengan Cara yang Tepat
Diakibatkan oleh gaya hidup dan kebiasaan makan yang kurang tepat, tak sedikit orang saat ini menderita penyakit lambung, seperti sakit maag dan asam lambung. Jika dibiarkan, masalah kesehatan tersebut bisa memicu gejala yang mengganggu, seperti, nyeri pada ulu hati, mual dan muntah, perut kembung, hingga heartburn. Nah, untuk mengatasinya, kamu bisa mengonsumsi antasida dengan cara dan dosis yang tepat guna mengoptimalkan manfaat serta meminimalkan risiko mengalami efek samping.

Tetanus: Gejala, Komplikasi, hingga Cara Mengobatinya

Tetanus adalah salah satu penyakit yang namanya sudah familiar di kalangan masyarakat. Penyakit yang satu ini dikenal sebagai penyakit mematikan lantaran berhubungan dengan sistem saraf dan otot.

Nama tetanus diambil dari bahasa Yunani ‘tetanos’ yang bermakna ‘menegang’. Hal tersebut dikarenakan penderita tetanus umumnya mengalami gejala awal berupa kejang-kejang dengan rahang yang tertutup rapat (lockjaw), punggung melengkung, disertai sesak napas. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasan lengkap mengenai apa itu tetanus.

Apa Itu Tetanus?

Tetanus adalah penyakit infeksi berbahaya yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani. Bakteri ini dapat ditemukan di tanah, kotoran manusia, hewan peliharaan, dan daerah pertanian. Tak hanya itu, bakteri Clostridium tetani juga dapat ditemukan pada besi berkarat dan ujung jarum atau peniti yang tidak steril.

Baca Juga : Fakta Varian Covid-19 Terbaru, Omicron dan Vaksin Booster

Bakteri Clostridium tetani dapat menyerang manusia maupun hewan, bahkan bayi yang baru lahir melalui luka iris tali pusar yang tidak dipotong dengan pisau steril. Tak tanggung-tanggung, penyakit tetanus merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian pada bayi.

Penyebab Tetanus
Pada dasarnya, penyakit tetanus dapat menyerang semua orang, tak peduli tua maupun muda. Namun orang-orang dengan kondisi berikut lebih berisiko terserang penyakit tetanus.

Orang yang belum mendapatkan injeksi vaksin tetanus.
Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh atau imunitas yang lemah.
Luka pada kulit yang dibiarkan terbuka atau tidak dibersihkan dengan baik.
Gejala Tetanus
Gejala tetanus yang umum dialami oleh penderita ialah kejang atau kaku pada otot rahang (lockjaw). Selain itu terdapat beberapa gejala tetanus lainnya yang ikut menyertai gejala utama, antara lain:

Kram pada rahang.
Kejang otot secara tiba-tiba, biasanya terjadi pada otot sekitar perut.
Otot di sekujur tubuh terasa kaku dan sakit.
Sulit menelan.
Sakit kepala.
Demam dan berkeringat.
Perubahan pada tekanan darah dan detak jantung.
Komplikasi Penyakit Tetanus
Apabila gejala tetanus terjadi dan pasien tidak segera ditangani oleh tenaga medis, maka pasien berIsiko mengalami komplikasi. Berikut ini merupakan beberapa komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit tetanus.

Kesulitan bernapas.
Kejang yang mengakibatkan penyempitan pada pita suara (laryngospasms).
Patah tulang.
Terjadi infeksi yang lebih parah.
Penyumbatan arteri utama pada paru-paru akibat adanya penggumpalan darah.
Sederet penyakit yang menyerang paru-paru, seperti pneumonia, emboli paru, dan infeksi paru-paru.
Gagal ginjal akut.
Jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba.
Kerusakan otak yang diakibatkan oleh kurangnya pasokan oksigen dari paru-paru.
Gangguan lainnya akibat terlalu lama berada di rumah sakit.

Cara Mengobati Tetanus
Seseorang yang mengalami gejala-gejala tetanus sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani secara medis sebelum bakteri semakin menyebar dan infeksi yang terjadi semakin parah.

Biasanya para dokter akan melakukan diagnosa terhadap gejala-gejala yang dialami pasien. Pemeriksaan penunjang juga turut dilakukan demi memastikan bahwa gejala yang dialami oleh pasien memang benar-benar diakibatkan oleh Clostridium tetani.

Jika dokter sudah memastikan bahwa pasien mengidap tetanus, maka pasien diwajibkan menjalani rawat inap di rumah sakit untuk mengobati luka dan meredakan gejala tetanus.

Adapun rangkaian pengobatan yang dilakukan di rumah sakit meliputi:

Perawatan Luka
Perawatan luka ini biasanya meliputi pembersihan luka, menutup luka dengan kasa atau perban, hingga menjahit luka yang terbuka.

Perawatan ini bertujuan agar tidak terjadi infeksi yang diakibatkan oleh bakteri lain yang juga mungkin saja masuk melalui luka tersebut.

Suntikan Antitetanus
Perawatan selanjutnya ialah pemberian suntikan antitetanus. Zat antitetanus yang disuntikkan ini berfungsi untuk menetralkan racun neurotoksin yang dibawa oleh bakteri Clostridium tetani.

Pemberian Antibiotik
Antibiotik perlu diberikan pada pasien untuk membunuh bakteri penyebab tetanus. Pemberian antibiotik dapat dilakukan dengan berbagai cara, tergantung kebutuhan dan ada atau tidaknya reaksi alergi yang dialami oleh pasien terhadap zat antibiotik.

Pemberian Obat Penenang
Selain antibiotik, pasien juga akan diberi obat penenang guna melemaskan otot-otot yang tegang dan kaku akibat kejang.

Obat penenang yang diberikan oleh dokter menyesuaikan dosis yang dibutuhkan dan reaksi tubuh pasien setelah pemberian obat.

Pemberian Magnesium Sulfat dan Beta Blocker
Obat dengan kandungan magnesium sulfat dan beta blocker disini berfungsi untuk mengatur irama detak jantung dan pernapasan.

Sebagaimana telah dibahas pada bagian sebelumnya, gangguan pada saluran pernapasan dan paru-paru serta detak jantung yang berhenti tiba-tiba merupakan komplikasi penyakit tetanus.

Magnesium sulfat dan beta blocker dikonsumsi untuk mengurangi gejala komplikasi yang dialami oleh pasien.

Vaksin Tetanus
Vaksin tetanus tetap harus dilakukan meskipun seseorang sudah positif mengidap penyakit tetanus. Selain untuk mengurangi perkembangbiakan bakteri, vaksinasi juga berfungsi sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit tetanus.

Pemasangan Alat Bantu Pernapasan
Alat bantu pernapasan mungkin diperlukan untuk membantu pasien yang mengalami kesulitan bernapas akibat penyempitan saluran pernapasan dan pembuluh darah di paru-paru.

Upaya Pencegahan Tetanus

Salah satu upaya pencegahan tetanus adalah melalui penyuntikan vaksin tetanus. Setelah melakukan penyuntikan vaksin, tubuh akan membuat antibodi yang dapat melawan racun neurotoksin. Di Indonesia, vaksin tetanus wajib diberikan, khususnya pada anak-anak.

Selain vaksinasi, tindakan lain yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penyakit tetanus ialah membersihkan luka dengan air mengalir. Sebaiknya kamu juga tidak membiarkan lukamu terbuka begitu saja.

Pastikan kamu juga menggunakan peralatan yang sudah disterilkan untuk mengobati luka. Karena kamu tidak pernah tahu berapa banyak bakteri yang melekat pada peralatanmu.

Jika kamu merasakan gejala-gejala tetanus, maka sesegera mungkin pergilah ke dokter untuk mendapat pertolongan medis. Percayalah, menundanya hanya akan membuat penyakitmu bertambah parah.

Jangan Menganggap Sepele Penyakit Tetanus!
Kesimpulannya, tetanus adalah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Clostridium tetani yang masuk ke dalam tubuh melalui luka pada permukaan kulit yang diakibatkan oleh berbagai hal.

Meskipun tampaknya sepele, namun tetanus dapat mengakibatkan kematian karena racun neurotoksin yang disebarkan oleh bakteri Clostridium tetani dapat menyebabkan penggumpalan darah, serta membuat otot menjadi tegang dan kaku.

Tak hanya itu, apabila tidak segera mendapat pertolongan medis, penyakit tetanus dapat berevolusi menjadi berbagai penyakit lain. Seperti gagal ginjal, pneumonia, hingga detak jantung yang tak beraturan.

Oleh karena itu, lakukan vaksinasi secara rutin sebagai tindakan pencegahan dan jangan biarkan luka terbuka. Pastikan juga kamu selalu mencuci luka dengan air yang mengalir sampai tidak ada debu atau tanah yang menempel.

Fakta Varian Covid-19 Terbaru, Omicron dan Vaksin Booster

Sejak pertama kali kasus Omicron yaitu varian atau mutasi baru dari virus corona ditemukan di Indonesia, berita mengenai vaksin booster pun turut ikut semakin banyak dicari.

Kasus omicron sendiri pertama kali ditemukan di Indonesia tanggal 16 Desember 2021. Pasien yang membawa virus tersebut langsung di rawat dan karantina di wisma atlet Jakarta sampai saat ini.

Sementara itu Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa virus corona (Covid-19) varian Omicron atau yang dikenal sebagai B.1.1.529 kemungkinan besar memiliki kecepatan dalam penularan dan mampu menurunkan kemampuan antibodi dari infeksi alamiah dan vaksinasi.

Selain itu, Omicron juga dijelaskan memiliki kemungkinan besar untuk bisa escape immunity yang artinya 2 dosis vaksin yang selama ini telah dilakukan sebagian besar masyarakat Indonesia baik itu dengan jenis Sinovac, Astrazeneca, Moderna, Sinopharm dan lain-lainnya dikatakan kurang ampuh menghadapi omicron.

Bingung cari asuransi kesehatan terbaik dan termurah? Cermati punya solusinya!

Meskipun studi mengenai varian baru Covid-19 ini masih berjalan. Tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui fakta-fakta terbaru mengenai Omicron.

Berikut fakta-fakta seputar omicron yang harus kamu ketahui:

1. Asal Muasal Omicron.
Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, menyatakan bahwa kasus varian omicron pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada 9 November 2021. Pendeteksian dilakukan oleh para ilmuwan di sana karena melejitnya kasus positif Covid-19 di sejumlah Afrika Selatan.

2. Masuk Kategori VOC (Variant of Concern)
Varian yang memiliki nama lain Covid-19 B.1.1.529 ini masuk sebagai kategori VOC yang artinya, adalah varian yang menjadi perhatian karena memiliki tingkat penularan tinggi, virulensi yang tinggi, dan menurunkan efektivitas diagnosis, terapi serta vaksin yang ada.

3. Telah Menyebar ke 89 Negara
Setelah Afrika Selatan, tidak lama kemudian varian Omicron juga ditemukan di Korea Selatan. Karena Varian baru virus corona Omicron menyebar ke seluruh dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kasus Omicron pun dikatakan sudah menyebar ke 89 negara sejak pertama kali ditemukan (Sumber Kompas.com data per 30 Desember 2021)

4. Memiliki Gejala yang Ringan
Dokter asal Afrika Selatan yang pertama mencurigai gejala Omicron, mengatakan sejauh ini gejala pada Omicron ringan, dan dapat dirawat di rumah.

Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, Angelique Coetzee, mengatakan kepada Reuters bahwa varian Omicron tidak seperti Delta. Sejauh ini pasien belum melaporkan kehilangan penciuman atau rasa dan tidak ada penurunan besar dalam kadar oksigen dengan varian baru.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut gejala Omicron yang telah diamati, antara lain:

Batuk kering dan gatal di tenggorokan
Kelelahan
Hidung tersumbat
Demam
Mual
Napas pendek atau
kesulitan bernapas
Serta diare
5. Sudah Memiliki Kasus Kematian
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengonfirmasi kematian satu pasien terinfeksi Covid-19 varian Omicron di Inggris. Johnson juga memperingatkan varian ini akan menjadi varian dominan di London.

6. Vaksin Booster Dikatakan Ampuh Hadapi Omicron
Sejauh ini kabar baik terkait Omicron adalah, vaksin booster yang tadinya untuk bantu hadapi varian Covid-19, Delta dikatakan juga ampuh untuk hadapi Omicron.

Peneliti Inggris telah menganalisis kemungkinan dampak vaksin booster COVID-19 pada Varian Omicron dan mengatakan itu bisa memberikan sekitar 85% perlindungan terhadap penyakit parah.

Namun, meskipun sudah divaksin booster, pasien yang tertular omicron harus tetap mendapatkan perawatan di rumah sakit dan karantina ketat.