AIDS

Pengertian Penyakit HIV dan AIDS

HIV ( Human immunodeficiency virus ) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

HIV  yang tidak segera di tangani akan berkembang di kondisi yang serius yang biasa di sebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Kenali Perbedaan HIV dan AIDS - KlikDokter

Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. perlu di ketahui HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.

HIV adalah penyakit seumur hidup. dengan kata lain, virus HIV akan menetap dalam tubuh penderita seumur hidupnya. Meski belum ada metode pengobatan untuk mengatasi HIV, tetapi ada obat yang bisa memperlambat perkembangan penyakit ini dan memberi harapan pada penderitanya.

 

HIV dan AIDS di indonesia

berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI tahun 2023, terdapat lebih dari 500.000 kasus infeksi HIV di indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus HIV paling sering terjadi pada heteroseksual di ikuti lelaki eks lelaki (LSL) atau homoseksual, pengguna NAPZA suntik (penasun), dan pekerja seks.

Gejala HIV dan AIDS

kebanyakan penderita mengalami flu ringan pada 2-6 minggu setelah terinfeksi HIV. Flu bisa di sertai dengan gejala lain dan dapat bertahan selama 1-2 minggu. setelah flu membaik, gejala lain mungkin tidak akan terlihat selamat bertahun-tahun meski virus HIV terus merusak kekebalan tubuh penderitanya, sampai HIV berkembang ke stadium lanjut menjadi AIDS.

Baca Juga : Jangan Abaikan Nyeri Leher / Tengkuk yang Anda Alami

pada kebanyakan kasus, seseorang baru mengetahui dirinya terserang HIV setelah memeriksakan diri ke dokter akibat terkena penyakit parah yang di sebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh, peyakit parah yang di maksud antara lain diare kronis,pneumonia, penurunan berat badan secara drastis (cachexia), atau toksoplasmosis otak.

Differences Between HIV/AIDS and How to Prevent It - Nona Woman - Nona Woman

Penyebab dan Faktor Risiko HIV dan AIDS

Penyakit HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus atau HIV, sesuai dengan nama penyakitnya. Bila tidak diobati, HIV dapat makin memburuk dan berkembang menjadi AIDS.

Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seks vaginal atau anal, penggunaan jarum suntik, dan transfusi darah. Meskipun jarang, HIV juga dapat menular dari ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan adalah sebagai berikut:

  • Berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman
  • Menggunakan jarum suntik bersama-sama
  • Melakukan pekerjaan yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh manusia tanpa menggunakan alat pengaman diri yang cukup

Lakukan konsultasi ke dokter bila Anda menduga telah terpapar HIV melalui cara-cara di atas, terutama jika mengalami gejala flu dalam kurun waktu 2–6 minggu setelahnya.

Pengobatan HIV dan AIDS

Penderita yang telah terdiagnosis HIV harus segera mendapatkan pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV). ARV bekerja mencegah virus HIV bertambah banyak sehingga tidak menyerang sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan HIV dan AIDS

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan penularan HIV:

  • Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari penggunaan narkoba, terutama jenis suntik
  • Mendapatkan informasi yang benar terkait HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, terutama bagi anak remaja