Serba-serbi Operasi Plastik untuk Wajah

Mendengar istilah bedah plastik atau operasi plastik, pasti Anda langsung mengaitkannya dengan proses mengubah bagian tubuh tertentu agar tampak semakin menarik. Padahal, cabang kedokteran bedah plastik memiliki ruang lingkup yang lebih luas, dan bahkan meliputi fungsi rekonstruksi guna memperbaiki bentuk tubuh yang rusak.

Bedah plastik sendiri merupakan cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada perbaikan jaringan tubuh atau kulit yang rusak atau cacat akibat kondisi tertentu, misalnya luka bakar, kecelakaan, tumor, dan penyakit bawaan sejak lahir. Selain memperbaiki bentuk tubuh yang rusak atau cacat, tindakan bedah plastik juga sering dilakukan untuk mengubah bagian tubuh supaya terlihat lebih menarik (kebutuhan estetik).

Memiliki bentuk wajah yang sempurna menjadi idaman tidak hanya milik kaum perempuan saja, bahkan kaum laki-laki pun rela mengeluarkan biaya yang fantastis untuk mendapatkan bentuk wajah yang bisa menambah kepercayaan diri mereka. Bagian wajah mana sajakah yang bisa diperbaiki untuk menunjang penampilan?

Tampilan wajah yang sempurna milik para selebriti Indonesia dan dunia sering menjadi acuan orang-orang terutama kaum perempuan agar mereka tampil lebih percaya diri. Kendati standar kecantikan setiap orang berbeda-beda, tetap saja ada sebagian perempuan yang rela merogoh kocek yang sangat dalam untuk memperbaiki kontur wajah mereka yang mereka anggap belum sempurna.

Baca Juga : Jangan Anggap Sepele Aritmia, Salah Satu Penyebab Kematian Mendadak

Menurut beberapa para ahli bedah plastik di Indonesia, wajah ideal di antaranya memiliki struktur sebagai berikut:

Panjang wajah setara dengan 3 kali panjang hidung
Lebar satu mata sama dengan lebar jarak antara kedua mata
Bibir atas dan bibir bawah memiliki kelebaran yang sama
Alis simetris sesuai dengan garis hidung
Lebar antara garis bawah mata dan garis atas mata, sama dengan lebar antara garis atas mata dan alis
Pangkal alis segaris dengan ujung mata bagian dalam (dekat hidung)
Lebar wajah (melintasi pipi) sama dengan 2 kali panjang hidung
Namun apakah itu menjadi patokan bahwa yang memiliki wajah ideal tersebut tergolong cantik? Belum tentu juga. Menurut salah satu ahli bedah plastik di Indonesia, kecantikan tidak selalu berdasarkan bentuk wajah yang sempurna. “Harmonisasi wajah tidak harus menjadi ukuran bahwa orang itu cantik. Muka yang cantik itu sebenarnya tidak harus berhidung mancung, bermata bulat, berbibir penuh atau berdagu panjang. Orang pesek pun juga bisa terlihat cantik. Itu persepsi dari diri setiap orang. Selama orang itu nyaman dengan penampilannya, maka sebenarnya tidak masalah,”.

BAGIAN WAJAH

Kendati demikian, memang ada beberapa bagian dari wajah yang bisa diubah melalui prosedur bedah plastik agar untuk menunjang penampilan seseorang. Beberapa prosedur bedah plastik yang seringkali dilakukan oleh orang-orang adalah sebagai berikut:

HIDUNG
Operasi hidung (rhinoplasty) adalah salah satu prosedur bedah plastik untuk memperbaiki atau mengubah bentuk hidung. Operasi hidung dilakukan untuk mengubah ukuran hidung, baik mengecilkan ukuran (nose reduction) atau memperbesar ukuran (nose augmentation), mengubah bentuk di bagian pangkal atau puncak hidung, mengubah sudut antara hidung dan bibir atas, memperbaiki bentuk hidung yang disebabkan cacat lahir atau cedera, atau bisa pula untuk membantu memperbaiki masalah pernapasan. Bentuk hidung yang ideal setiap persepsi orang berbeda-beda. “Hidung yang terlalu mancung juga kurang bagus. Hidung cantik itu adalah yang cukup, tidak terlalu tinggi, tidak terlalu kecil tapi harmonis terhadap komposisi muka kita,” papar salah satu ahli bedah plastik di Indonesia.

Hidung Ideal
Namun jika bicara tentang hidung ideal, menurut salah satu ahli bedah plastik di Indonesia menjelaskan bahwa hidung yang ideal adalah hidung yang harmonis dilihat dari tampak depan dan tampak samping. Dilihat dari tampak depan, maka lebar hidung kurang lebih sama dengan lebar satu mata. Sedangkan tampak samping, biasanya panjang hidung adalah sepertiga panjang wajah. sementara itu untuk tinggi hidung yang ideal, untuk perempuan, sudut dari kening ke nose bridge sebesar 100-110 dan untuk laki-laki sekitar 115-135. Sedangkan sudut antara collumela dengan philturm dan bibir untuk perempuan sebesar 90-95 dan untuk laki-laki sebesar 95-106. “Kalau bertujuan meninggikan hidung dengan memasang implant, semua ada seninya. Untuk perempuan, ditempatkan setelah lekukan di bawah dahi, jangan pas di lekukan hidung agar tidak berpenampilan seperti avatar,” papar salah satu ahli bedah plastik di Indonesia.

Melakukan rhinoplasty atau prosedur bedah lainnya itu bisa diibaratkan dengan menjahit, dokter bedah plastik adalah tukang jahit dan pasien adalah bahannya. “Kalau bahannya kecil jangan minta baju yang besar atau minta gaun malah dibuatkan celana panjang,” ujarnya yang selalu memberi perumpamaan tersebut kepada pasien untuk memudahkan pasien memahami tujuan operasi tersebut. Demikian pula dengan hidung. Jika sudah mancung jangan ditambah lagi dengan implant. “Bisa saja hidungnya sudah mancung tapi karena tip atau puncak hidung yang besar sehingga terlihat tidak mancung. Jadi yang diperbaiki adalah tipnya,” jelasnya kembali.

Prosedur Operasi
Ada beberapa hal yang harus dilakukan pasien sebelum melakukan prosedur rhinoplasty. Konsultasi dengan dokter bedah plastik untuk mendiskusikan tentang alasan dan tujuan yang ingin dicapai melalui operasi hidung. “Harus sesuai antara harapan si pasien dan dokter. Dokter akan menjelaskan secara detail mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi pasca operasi hidung,” jelasnya kembali. Selain itu, akan pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan penunjang, serta foto wajah pasien sebagai data bentuk hidung sebelum operasi. Pasien juga diminta untuk menghindari konsumsi obat pengencer darah seperti vitamin E, hindari mengonsumsi obat pereda rasa nyeri yang mengandung ibuprofen atau aspirin, selama dua minggu sebelum dan sesudah operasi.

Prosedur operasi yang pertama dilakukan adalah pembiusan, bisa dengan menggunakan bius lokal atau bius umum atau bius total. Operasi hidung dapat dilakukan dengan dua metode operasi, yaitu operasi tertutup dan operasi terbuka. Pada operasi tertutup, sayatan dibuat di dalam hidung. Sementara pada operasi terbuka, sayatan dibuat di bagian luar sekat hidung yang dekat dengan bibir. Kemudian dokter akan melakukan pembentukan kembali struktur hidung. Tahapan ini dilakukan terhadap tulang rawan di bagian septum (sekat antara lubang hidung). Jika hidung terlalu besar, dokter bedah akan membuang sebagian tulang atau tulang rawan dengan cara mengikis tulang. Sedangkan jika hidung terlalu kecil, akan dilakukan prosedur pencangkokan tulang rawan atau pemasangan implan. Jika pasien mengalami septum yang bengkok atau tidak tepat berada di tengah maka dokter bedah akan meluruskannya kembali.

Pasca operasi, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pasien selama proses penyembuhan untuk mengurangi perdarahan dan pembengkakan, misalnya seperti hindari aktivitas berat seperti joging atau aerobik, sedikitn pasien ya selama 4-6 minggu, hindari ekspresi wajah tersenyum atau tertawa, mandilah dengan hati-hati agar perban di hidung tidak terkena air, hindari mengenakan kaus, sweter, atau pakaian lain yang harus melalui kepala. Gunakanlah kemeja berkancing depan untuk menghindari sentuhan pada bagian hidung. Komplikasi yang mungkin terjadi setelah operasi hidung, antara lain infeksi, posisi hidung yang miring, pembuluh darah pecah. “Hindari menekan wajah seperti tidur tengkurap,” sarannya.
KELOPAK MATA
Seperti kata pepatah, mata adalah jendela hati. Menurut salah satu ahli bedah plastic lainnya di Indonesia, hal ini sesuai dengan peranan estetika mata dalam mencerminkan daya tarik penting seseorang. “Aging eye yang ditandai dengan kelopak mata yang sudah turun, dan terbentuknya kantung mata terkadang membuat seseorang selalu tampak lelah dan kurang tidur,” papar beliau

Bentuk mata idaman setiap orang berbeda-beda dan bersifat sangat subjektif. Dulu bentuk mata Kaukasian sempat menjadi tren dimana ras Asia menginginkan bentuk kelopak mata yang besar seperti ras kaukasian. Namun, tren belakangan saat ini lebih kepada menyesuaikan dengan karakter Asia dimana double eyelid tetap menjadi pilihan favourit namun dibuat tidak terlalu besar. “Komposisi mata yang ideal itu berbeda-beda setiap ras, baik ras Kaukasian maupun ras Asia. Terdapat hitungan proporsi mata yang menjadi standar rata-rata secara statistik sesuai standar masing-masing ras,” jelasnya kembali.

Mata Ideal
Cantik dan menarik itu memang tergantung dari persepsi orang masing-masing. Karena itu, tidak ada yang yang tidak menarik dari mata sipit ataupun besar. Semuanya menarik, tergantung dari cara seseorang tersebut dalam mempersepsikan menarik atau tidak. “Memang ada pasien yang mengeluh tidak mempunya lipat kelopak dapat dilakukan tindakan pembentukan kelopak mata atas, begitu juga pasien dengan kelopak mata turun dan kantong mata, dapat dilakukan tindakan operatif untuk memperbaikinya dengan operasi kelopak mata atas dan bawah,” sambungnya kembali.

Operasi kelopak mata, yang juga dikenal dengan istilah blepharoplasty, adalah prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan kulit atau mengurangi lemak pada kelopak mata. Tujuan dilakukan tindakan ini selain untuk memperbaiki penampilan, juga untuk memperbaiki lapang pandang. Operasi kelopak mata bisa membuat seseorang terlihat lebih muda. Selain itu, prosedur ini juga bisa memperbaiki kulit yang kendur pada bagian bawah mata atau menghilangkan kantong mata.

Prosedur Operasi
Prosedur Blepharoplasty dapat dikerjakan dengan anestesi lokal dalam waktu sekitar 60 menit. Untuk membuat mata terlihat lebih besar, dokter bedah akan membuat sayatan mengikuti garis bulu mata. Melalui sayatan itu, akan dilakukan pemotongan dan pengangkatan sebagian kulit, otot, dan lemak pada kelopak mata. Dengan begitu, mata secara otomatis akan kelihatan lebih besar dan ada lipatan. Sementara bagi mereka yang ingin menghilangkan kulit kendur di kelopak mata bagian bawah atau kantung mata, ahli bedah akan membuat sayatan yang tidak terlihat di dalam kelopak mata bawah. Untuk memperbaiki jaringan kulit kendur di kelopak mata bagian atas dan bawah pada waktu yang bersamaan, dokter bedah akan mengerjakan bagian atas terlebih dahulu.

Ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pasien sebelum dan sesudah melakukan prosedur ini. Pasien disarankan untuk tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, vitamin E, herbal dan jamu yang dapat mengencerkan darah selama 2 minggu sebelum dan sesudah operasi. Selain itu, obat-obat pengencer darah seperti aspirin clopidogrel dan sebagainya perlu dihentikan selama 5 hari sebelum operasi. “Pasien perlu kontrol minimal 1 minggu pasca operasi untuk angkat jahitan dan evaluasi pasca operasi,” ujarnya. Kemudian jika hasil operasi blepharoplasty sendiri sudah dapat dilihat dari semenjak pasca operasi dengan sudah terbentuk lipat kelopak mata, atau hilangnya kantong mata. Namun hasil akhir seperti halnya operasi bedah plastik lainnya dapat dilihat pada bulan ke 3 pasca operasi.
BIBIR
Memiliki bibir berisi dan tebal bagi sebagian besar orang dianggap indah dan seksi. Semakin indah bentuk bibir, semakin indah senyuman seseorang. Karakteristik bibir yang indah adalah bibir bawah yang tebal dengan garis bibir yang jelas. Panjang bibir harus sesuai dengan jarak mata kiri ke kanan dan sudut bibir harus ringan ketika diangkat. “Saat ini, bibir yang penuh dengan batas bibir yang tegas masih menjadi tren,” akunya.

Standar Bentuk Bibir
Bagi mereka yang memliki bibir tipis, penambahan volume bibir dapat membuat bibir menjadi lebih berisi dan sensual. Atau bagi mereka yang mempunyai bibir terlalu tebal, pengurangan volume bibir bisa menjadi salah alternatif yang bisa dilakukan agar tercipta bibir yang ideal. “Tapi standar bibir yang seksi dan menarik tentunya sangat subjektif dan mengikuti tren. Namun bila dicari rujukan statistik standar ukuran bibir masing-masing ras tentunya ada penelitiannya,” paparnya.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan sekelompok ilmuwan menganalisa foto fashion spread yang dimuat dalam majalah Vogue dalam kurun waktu 50 tahun, bibir yang ideal dan paling diinginkan wanita adalah yang lebih tebal di bagian bawah daripada bagian atas. Penelitian yang dilakukan University of California ini menemukan, bentuk bibir yang paling umum dan banyak muncul di majalah adalah yang rasionya 0.68. Artinya, para wanita yang menjadi model Vogue rata-rata memiliki proporsi bibir yang lebih tebal 47 persen di bagian bawah.

Pengurangan Atau Penambahan Volume
Ada dua metode untuk mendapatkan bibir yang indah ,yaitu penambahan volume bibir, ataupun pengurangan volume bibir. Untuk bibir tipis dan asimetris dapat dilakukan tindakan nonoperatif seperti filler maupun augmentasi operatif dengan fat graft maupun penanaman implant. “Filler bibir dapat dilakukan langsung pada saat konsultasi. Caranya, filler diisi pada area bibir yang ingin diaugmentasi. tindakan operatif dapat dilakukan dengan anestesi lokal,” jelasnya.

Prosedur yang dilakukan antara lain dengan cara menyuntikan lemak yang diambil dari tubuh ke bibir biasanya lemak tersebut diambil sebagai bagian dari prosedur liposuction yang dikhususkan untuk pembesaran bibir. Lemak yang diambil biasanya dari perut atau dari bokong. Cara lain adalah dengan menggunakan dermis atau bagian dari kulit yang digunakan sebagai graft. Sedangkan untuk mereka yang memiliki bibir terlalu tebal dapat dilakukan tindakan reduksi bibir atau pengurangan volume bibir. Pada metode ini, jaringan bibir yang dinilai berlebih akan dibuang dengan sayatan di daerah bawah atau atas bibir.

Secara umum, prosedur ini dapat memakan waktu kurang lebih 60 menit dan dilakukan dengan anestesi lokal. Pembengkakan dan bekas luka yang muncul akan menghilang setelah 7 hari setelah operasi. Pantangan yang harus dijalani pasien sebelum dan sesudah operasi adalah tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol, vitamin E, herbal dan jamu yang dapat mengencerkan darah selama 2 minggu. Yang tak kalah penting adalah hindari obat-obat pengencer darah seperti aspirin clopidogrel dan sebagainya perlu dihentikan selama 5 hari sebelum operasi. Sama halnya dengan prosedur bedah pada mata, pasien diwajibkan kontrol minimal 1 minggu setelah operasi untuk mengangkat jahitan dan evaluasi pasca operasi. Hasil maksimal pada operasi bibir terlihat pada bulan ke 3 pasca operasi.
DAGU
Dagu merupakan komponen utama pada bagian bawah wajah sehingga berperan penting dalam penampilan dan harmoni wajah secara keseluruhan. Bentuk dagu yang seimbang dan simetris akan menarik secara estetika. “Dagu juga merupakan faktor utama pembentuk karakter wajah. Sebagai contoh, dagu yang pendek akan menampilkan kesan lembut dan feminin, sedangkan dagu yang menonjol memberi kesan kuat dan tegas,” imbuh dr. Puri Ambar Lestari, Sp. BP-RE.

Standar Bentuk Dagu
Kendati tidak ada patokan yang pasti untuk bentuk dagu yang ideal, tentunya setiap orang terutama kaum perempuan menginginkan memiliki bentuk dagu yang harmonis dengan bentuk wajahnya. “Masyarakat memiliki preferensi yang berbeda mengenai bentuk dagu, dan pilihan ini dapat berubah oleh waktu, bangsa dan ras. Untuk trend dagu yang lancip memang akan memberi tampilan wajah yang lebih tirus, namun tetap harus disesuaikan dengan proporsi wajah,” tambah dr Puri sambil tersenyum.

Diakui dr. Puri, dagu dikatakan indah bila sesuai dan sesuai dengan proporsi wajah sisi atas, tengah dan bawah. Posisi dagu yang ideal adalah apabila sejajar dengan titik puncak hidung. Jika pasien memiliki bentuk dagu yang menurutnya kurang indah atau tidak simetris, maka dokter bedah perlu melakukan evaluasi terlebih dahulu, untuk memastikan apakah profil dagu tersebut berkesan kurang atau lebih (terlalu menonjol). Chin Augmentation, Mentoplasty, atau operasi pembentukan dagu adalah prosedur pembedahan untuk membentuk kembali dagu, baik dengan penambahan implan atau pengurangan/pengikisan pada tulang.

Menurut dr. Puri, untuk dagu yang kurang menonjol atau tidak simetris, tindakan yang dapat dikerjakan, mulai dari yang sederhana yaitu dengan filler, atau tindakan invasif dengan pemasangan implan atau operasi memotong bagian dagu dan menggeser ke depan dan difiksasi dengan plate. Sedangkan implan dagu merupakan pilihan untuk pasien yang menginginkan profil dagu yang lebih panjang atau lebih maju, disesuaikan dengan kebutuhan pasien, dengan cara yang lebih cepat, relatif sederhana dan memberikan hasil permanen. “Tidak ada standar khusus dalam pemilihan implant dagu, yang perlu dipertimbangkan adalah apakah pasien memiliki gangguan pada posisi gigitan rahang atas dan bawah (maloklusi),” dr. Puri memberikan penjelasan. Bahan untuk implan dagu yang paling umum digunakan adalah silikon padat, high-density polyethylene (HDPE), Gore-Tex dan hydroxyapatite.

Prosedur dan Efek Samping
Sebelum operasi dilakukan, pasien akan mendapatkan pemeriksaan secara terperinci dari posisi rahang, tulang-tulang wajah, dan organ serta struktur lain dari wajah. Operasi dilakukan dengan pemotongan secara horizontal dan/atau vertikal dari bagian yang diperlukan untuk mencapat bentuk rahang yang simetris dan seimbang. Bagi mereka yang membutuhkan implan, luka dapat dibuat di dalam mulut ataupun di bawah dagu. Kemudian implan dipasang. Implan yang dipasang dapat dikunci dengan screw, namun adapula yang tidak. Durasi operasi antara 1-2 jam.

Pasien diharuskan berhenti konsumsi vitamin C dan E 1-2 minggu sebelum operasi untuk mengurangi resiko pendarahan. Sebelum dan sesudah operasi, pasien diminta berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol agar proses penyembuhan operasi berjalan baik. Dr. Puri menambahkan, pasca operasi pasien disarankan untuk memakan makanan yang lunak, menjaga kebersihan mulut dan tidak bekerja berat selama 2 minggu. Untuk hasil operasi biasanya akan langsung terlihat, namun akan lebih jelas di atas 1 bulan pasca operasi, setelah bengkak mereda. Pasien akan diminta kontrol perminggu dalam satu bulan pertama, lalu 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun. “Biasanya ada efek samping dan risiko prosedur seperti gangguan saraf sensoris yang biasanya bersifat sementara, hematom, lekuk antara bibir dan dagu yang dalam, tepi yang ireguler, asimetri dan ptosis dagu,” jelas dr. Puri.
RAHANG
Tak hanya hidung, mata, bibir, dan dagu, rahang juga menjadi salah satu bagian wajah yang menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi satu kesatuan penampilan sesorang. “Sebagai bagian dari penampilan bawah wajah, rahang bawah turut berperan dalam memberi karakter wajah seseorang,” kata dr. Puri. Konsep bentuk rahang yang indah bervariasi di antara kelompok kultur yang berbeda. Tidak ada patokan khusus untuk setiap orang karena bisa saja orang Asia memiliki rahang yang kurang ramping namun tetap terlihat menarik.

Menurutnya, bentuk rahang, terutama pada perempuan Asia, yang ramping dan wajah oval yang banyak diminati sebagian orang karena memberi kesan menarik. “Jika perempuan memiliki rahang kotak, maka akan memberi kesan wajah yang keras, maskulin dan tidak menarik,” ujarnya.

Jaw Contouring
Jika ada orang merasa memiliki bentuk rahang yang kurang indah atau tidak simetris atau bahkan terlalu kotak, dr. Puri menyarankan agar melakukan konsultasi terlebih dulu dengan dokter bedah untuk dilakukan pemeriksaan. “Perlu dikenali dengan baik masalah mengenai rahang yang menjadi keluhan pasien. Perlu juga dievaluasi jaringan lunak di atas rahang, seperti otot masseter dan juga buccal fat,” tuturnya.

Jaw Contouring atau pembentukan rahang berguna untuk memperbaiki struktur rahang dengan mereposisi rahang bagian atas(maxilla) dan rahang bagian bawah (mandibula) sehingga akan memberikan hasil proporsi wajah yang seimbang. Untuk memberi efek wajah lebih lembut pada rahang yang kotak dapat dilakukan pemotongan sudut rahang. “Pada pasien dengan bagian bawah wajah yang penuh, pada otot masseter yang tebal dapat dilakukan pemotongan sebagian otot dan juga eksisi buccal fat,” jelasnya lagi.

Prosedur Operasi
Operasi dilakukan dengan pemotongan secara horizontal dan/atau vertikal dari bagian yang diperlukan untuk mencapat bentuk rahang yang simetris dan seimbang. Menurut dr. Puri, luka dapat dibuat di bawah sudut rahang atau dari dalam mulut, lalu area tulang di sudut rahang akan dilakukan pemotongan sesuai desain sebelumnya,” kata dr Puri seraya menambahkan prosedur ini membutuhkan waktu antara 3-5 jam. Efek samping dan risiko yang kemungkinan muncul yaitu komplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan, hilangnya sensoris di dagu, baik sementara maupun permanen, asimetri, kulit mengendur atau koreksi berlebih.

Seperti prosedur bedah plastiknya lainnya, sebelum dan sesudah operasi, pasien diminta berhenti merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol serta berhenti mengkonsumsi vitamin C dan E sebaiknya distop 1-2 minggu sebelum operasi. Pasca operasi pasien disarankan untuk memakan makanan yang lunak atau cair selama 2 minggu pasca operasi, menjaga kebersihan mulut, dan tidak berolah raga berat 3 bulan. “Hasilnya akan terlihat setelah bengkak mereda, sekitar 1 bulan pasca operasi,” kata dr. Puri.

Serba-serbi Operasi Plastik untuk Wajah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kembali ke Atas