VIRUS

Penyakit Kelamin yang Belum Ada Obatnya

Jenis Penyakit Kelamin yang Belum Ada Obatnya

Jenis Penyakit Kelamin yang Belum Ada Obatnya

Melakukan hubungan seks yang aman sangat penting untuk mencegah penularan penyakit kelamin.

Pasalnya ada beberapa jenis penyakit kelamin yang hingga kini belum ada obatnya untuk mengatasi penyakit tersebut.

Mulai dari HIV, HSV hingga infeksi virus Zika, semua penyakit tersebut belum dapat di sembuhkan dengan obat khusus sehingga kita perlu mewaspadai penularanya.

Jenis penyakit kelamin yang belum ada obatnya

Penularan penyakit kelamin bisa terjadi ketika tubuh terinfeksi virus atau bakteri yang kemduian menular melalui kontak seksual.

Beberapa penyakit kelamin ada yang cukup mudah di cegah dengan minum obat dan perawatan medis lainnya.

Tapi sayangnya sejumlah penyakit kelamin bahkan ada yang tidak dapat di sembukan karena belum di temukan obatnya.

Dr Neha Bothara, konsultan obstetri dan ginekologi dari RS Hiranandani Vashi-A Fortis Network Hospital, India mengatakan bahwa beberapa jenis penyakit kelamin berikut ini tidak memiliki obat khusus dalam penanganan secara medis.

Sehingga metode dan cara mengatasinya masih berdasarkan gejala yang muncul oleh penderita.

1. Human immunodeficiency virus (HIV)

Penyakit menular seksual yang paling terkenal dan di takuti adalah HIV. Selama beberapa tahun perakhir, perawatan lanjutan, pengobatan jangka panjang dan terapi antiretroviral telah terbukti memperbaiki kondisi pasien yang terinfeksi. Perawatan ini dapat membantu mencegah pertumbuhan dan penyebaran virus sambil mempertahankan sistem kekebalan yang kuat. Selain itu, pengobatan tersebut dinilai dapat membantu mencegah perkembangan AIDS dari HIV. Sayangnya, sederet pengobatan tersebut masih belum lengkap untuk mengatasi HIV secara keseluruhan.

Baca juga: Manfaat membaca untuk kesehatan fisik dan mental

2. Herpes simplex virus (HSV)

Infeksi virus yang disebut HSV dapat menyebar melalui kontak genital-seksual serta fomites dan cara lainnya. Infeksi herpes dapat bertahan dalam waktu yang lama di dalam tubuh dan biasanya di mulai dengan infeksi baru, kemudian sembuh dan ruam terkadang muncul lagi.

Faktanya virus herpes ini tidak benar-benar pergi dari tubuh penderitanya, penyakit yang datang pada waktu berikutnya cenderung lebih ringan dan biasanya berjarak jauh.

Tujuan utama dari pengobatan yang telah di lakukan hingga kini adalah untuk mengontrol rasa sakit dan gejala herpes yang menimbulkan ketidaknyamanan. Tetapi belum ada obat yang di temukan untuk mengatasi masalah ini sampai benar-benar pulih.

3. Human papillomavirus (HPV)

Infeksi HPV juga berlangsung lama. Setelah pasien terkena infeksi HPV, kebanyakan pria atau wanita mengembangkan respons kekebalan terhadap infeksi tersebut, yang kemudian membuangnya dari tubuh.

Namun pada segelintir orang, infeksi virus mungkin terus ada selama beberapa tahun berikutnya, yang memicu perubahan lokal pada mukosa servis yang pada gilirannya memicu kanker serviks.

“Segera konsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dalam mengatasinya,” kata dokter Bothara.

4. Virus Hepatitis

Hepatitis B dan Hepatitis C adalah dua bentuk virus hepatitis yang di tularkan secara seksual. Kedua infeksi ini setelah tertular tidak dapat disembuhkan. Hepatitis B dan C bisa memicu peradangan hati pada jangka panjang, sirosis dan akhirnya dapat memicu kanker hati.

5. Infeksi virus zika

Infeksi virus Zika paling sering di tularkan melalui nyamuk, tetapi juga dapat menular melalui kontak seksual.

Komplikasi virus Zika ini yang cukup di takuti adalah memicu kelainan bawaan pada janin jika infeksi terjadi selama masa kehamilan.

Pengertian Penyakit HIV dan AIDS

HIV ( Human immunodeficiency virus ) adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh dengan menginfeksi dan menghancurkan sel CD4. Jika makin banyak sel CD4 yang hancur, daya tahan tubuh akan makin melemah sehingga rentan diserang berbagai penyakit.

HIV  yang tidak segera di tangani akan berkembang di kondisi yang serius yang biasa di sebut AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). AIDS adalah stadium akhir dari infeksi HIV. pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

Kenali Perbedaan HIV dan AIDS - KlikDokter

Penularan HIV terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, sperma, cairan vagina, cairan anus, serta ASI. perlu di ketahui HIV tidak menular melalui udara, air, keringat, air mata, air liur, gigitan nyamuk, atau sentuhan fisik.

HIV adalah penyakit seumur hidup. dengan kata lain, virus HIV akan menetap dalam tubuh penderita seumur hidupnya. Meski belum ada metode pengobatan untuk mengatasi HIV, tetapi ada obat yang bisa memperlambat perkembangan penyakit ini dan memberi harapan pada penderitanya.

 

HIV dan AIDS di indonesia

berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI tahun 2023, terdapat lebih dari 500.000 kasus infeksi HIV di indonesia. Dari jumlah tersebut, kasus HIV paling sering terjadi pada heteroseksual di ikuti lelaki eks lelaki (LSL) atau homoseksual, pengguna NAPZA suntik (penasun), dan pekerja seks.

Gejala HIV dan AIDS

kebanyakan penderita mengalami flu ringan pada 2-6 minggu setelah terinfeksi HIV. Flu bisa di sertai dengan gejala lain dan dapat bertahan selama 1-2 minggu. setelah flu membaik, gejala lain mungkin tidak akan terlihat selamat bertahun-tahun meski virus HIV terus merusak kekebalan tubuh penderitanya, sampai HIV berkembang ke stadium lanjut menjadi AIDS.

Baca Juga : Jangan Abaikan Nyeri Leher / Tengkuk yang Anda Alami

pada kebanyakan kasus, seseorang baru mengetahui dirinya terserang HIV setelah memeriksakan diri ke dokter akibat terkena penyakit parah yang di sebabkan oleh melemahnya daya tahan tubuh, peyakit parah yang di maksud antara lain diare kronis,pneumonia, penurunan berat badan secara drastis (cachexia), atau toksoplasmosis otak.

Differences Between HIV/AIDS and How to Prevent It - Nona Woman - Nona Woman

Penyebab dan Faktor Risiko HIV dan AIDS

Penyakit HIV disebabkan oleh human immunodeficiency virus atau HIV, sesuai dengan nama penyakitnya. Bila tidak diobati, HIV dapat makin memburuk dan berkembang menjadi AIDS.

Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seks vaginal atau anal, penggunaan jarum suntik, dan transfusi darah. Meskipun jarang, HIV juga dapat menular dari ibu ke anak selama masa kehamilan, melahirkan, dan menyusui.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penularan adalah sebagai berikut:

  • Berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dan tanpa menggunakan pengaman
  • Menggunakan jarum suntik bersama-sama
  • Melakukan pekerjaan yang melibatkan kontak dengan cairan tubuh manusia tanpa menggunakan alat pengaman diri yang cukup

Lakukan konsultasi ke dokter bila Anda menduga telah terpapar HIV melalui cara-cara di atas, terutama jika mengalami gejala flu dalam kurun waktu 2–6 minggu setelahnya.

Pengobatan HIV dan AIDS

Penderita yang telah terdiagnosis HIV harus segera mendapatkan pengobatan berupa terapi antiretroviral (ARV). ARV bekerja mencegah virus HIV bertambah banyak sehingga tidak menyerang sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan HIV dan AIDS

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari dan meminimalkan penularan HIV:

  • Tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual
  • Menghindari penggunaan narkoba, terutama jenis suntik
  • Mendapatkan informasi yang benar terkait HIV, cara penularan, pencegahan, dan pengobatannya, terutama bagi anak remaja