obat penumbuh rambut

Cegah Kebotakan, Ini Deskripsi, Manfaat, Efek Samping, dan Cara Pemakaian Minoxidil

Kebotakan rambut bagi sebagian orang bisa menjadi salah satu mimpi buruk dalam hidupnya. Hal ini dikarenakan rambut merupakan mahkota tubuh yang amat berpengaruh terhadap penampilan. Oleh karena itu, tidak sedikit orang rela melakukan segala cara untuk mencegah atau mengatasi masalah kebotakan rambut.

Jika kamu adalah salah satu orang yang sedang mengalami masalah kebotakan rambut ataupun rambut rontok, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Contohnya adalah dengan menggunakan obat yang memiliki kandungan minoxidil.

Minoxidil adalah obat yang banyak dikenal dan kerap digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut serta mencegah terjadinya kebotakan. Namun, penggunaan dari obat ini perlu diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi oleh dokter karena termasuk sebagai obat resep. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang apa itu minoxidil, manfaat, cara pemakaian, hingga efek samping yang mungkin ditimbulkannya, simak penjelasan berikut ini.

Baca Juga : Apa Itu Fibromyalgia? Penyebab, Gejala, Serta Pemicunya

Apa Itu Minoxidil?

Minoxidil adalah jenis obat yang berguna untuk memberi rangsangan pada rambut agar tumbuh serta mencegah terjadinya kebotakan. Meski begitu, perlu dipahami jika jenis obat tersebut tidak mampu menumbuhkan rambut atau mengatasi masalah kebotakan secara permanen. Dalam kata lain, apabila perawatan menggunakan obat ini dihentikan, masalah rambut rontok kemungkinan besar akan kembali terjadi dan meningkatkan risiko kebotakan.

Cara kerja obat ini adalah dengan melebarkan vasodilator atau pembuluh darah yang membuat aliran darah di area rambut menjadi lebih lancar. Obat tersebut juga akan menyebabkan folikel rambut menjadi lebih besar, dan membuatnya mampu mendapatkan nutrisi lebih banyak yang diperlukan rambut untuk tumbuh dengan optimal.

Tidak hanya untuk merangsang pertumbuhan rambut pada kepala, minoxidil juga mampu memberi manfaat untuk merangsang pertumbuhan kumis dan jenggot. Akan tetapi, penggunaannya perlu dilakukan dengan hati-hati serta mengikuti petunjuk dokter guna mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan.

Deskripsi Obat Minoxidil

Obat ini tergolong sebagai obat resep sehingga penggunaannya harus disesuaikan dengan anjuran dokter. Obat ini termasuk ke dalam kategori vasodilator yang bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan rambut. Obat ini dapat digunakan oleh orang dewasa, baik pria maupun wanita.

Akan tetapi, pada ibu hamil, penggunaan dari obat ini perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Alasannya karena obat ini termasuk sebagai obat dari golongan C yang memperlihatkan munculnya efek samping pada janin, sehingga hanya boleh dipakai jika manfaat yang diberikan jauh lebih besar ketimbang risikonya pada janin.

Selain itu, untuk ibu menyusui, obat ini sebaiknya tidak digunakan karena bisa terserap pada ASI. Jadi, sebelum menggunakannya, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter untuk mengetahui risiko efek samping yang mungkin ditimbulkannya.

Obat ini umumnya bisa ditemukan dalam bentuk cairan obat luar. Beberapa contoh merek dagang dari produk ini adalah Aloxid, Hage, Eminox, Regrou, dan juga Regrou Forte.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Gunakan Minoxidil
Guna menghindari risiko masalah kesehatan atau gejala efek samping yang membahayakan, penggunaannya tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Selain itu, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan obat ini, antara lain.

Hindari penggunaan obat ini jika memiliki alergi terhadap kandungan minoxidil, dan pastikan untuk memberi tahu dokter terkait riwayat alergi yang pernah dimiliki.
Hindari penggunaan minoxidil di bagian kulit yang terluka, bengkak, iritasi, kemerahan, maupun sedang terinfeksi.
Hindari penggunaan obat ini di bagian mata, mulut, atau hidung. Jika secara tidak sengaja mengenai area tersebut, segera bilas menggunakan air hingga bersih.
Informasikan pada dokter jika sedang atau pernah menderita penyakit hati, penyakit ginjal, maupun penyakit jantung, tak terkecuali angina, serangan jantung, ataupun baru saja mengidap gagal jantung.
Jangan menggunakan obat ini pada anak usia kurang dari 18 tahun, terlebih tanpa meminta anjuran pada dokter lebih dulu.
Informasikan pada dokter jika sedang menggunakan obat, produk herbal, atau suplemen kesehatan tertentu.
Informasikan pada dokter jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau sedang menyusui.
Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter apabila masalah kebotakan tak kunjung membaik pasca menggunakan obat ini selama 4 bulan atau lebih.
Segera lakukan pemeriksaan pada dokter apabila muncul gejala efek samping serius, alergi obat, maupun overdosis pasca menggunakan obat ini.
Aturan Pakai dan Dosis Minoxidil
Pada dasarnya, aturan pakai dan dosis penggunaan minoxidil ditentukan dokter dengan menyesuaikan jenis kelamin dan usia dari pasien. Namun, secara umum, dosis penggunaannya dalam mengatasi masalah kebotakan sesuai dengan jenis kelamin adalah sebagai berikut.

Pria: Oleskan minoxidil 2% atau 5% sebanyak 1 ml pada kulit kepala yang mengalami kebotakan sebanyak dua kali per hari.
Wanita: Oleskan minoxidil 2% sebanyak 1 ml pada kulit kepala yang mengalami kebotakan sebanyak dua kali per hari.
Manfaat Minoxidil

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, manfaat minoxidil adalah untuk merangsang pertumbuhan dari rambut serta mencegah terjadinya kebotakan. Dengan melebarkan vasodilator atau pembuluh darah, obat ini mampu melancarkan aliran darah pada rambut dan membuat folikelnya lebih besar.

Hal ini menjadikan rambut mampu mendapatkan lebih banyak nutrisi untuk kebutuhan pertumbuhannya. Meski begitu, obat tersebut tak mampu secara permanen memberikan manfaat menumbuhkan rambut dan masalah rambut rontok serta risiko kebotakan bisa kembali terjadi apabila perawatan dihentikan.

Cara Pemakaian Minoxidil dengan Tepat
Selalu baca aturan pemakaian obat yang tertera pada kemasan dan ikuti anjuran dokter saat akan memakai obat ini. Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis penggunaan obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu. Sebab, penggunaan obat yang tak sesuai dengan dosis mampu meningkatkan potensi munculnya efek samping.

Bersihkan terlebih dulu bagian kulit kepala juga rambut, lalu keringkan saat akan menggunakan obat ini. Oleskan obat di bagian kulit kepala dengan kebotakan mulai dari sisi tengahnya.

Jangan mengeringkan rambut yang diolesi obat ini menggunakan pengering rambut. Biarkan mengering secara alami agar tak mengganggu efektivitas obat. Jangan pula menutup bagian rambut yang telah diolesi obat ini dengan plester atau obat, dan biarkan dalam kondisi yang terbuka.

Usahakan untuk tak keramas paling tidak 4 jam pasca pemakaian dan mencuci tangan sesudah memakainya. Jika terlupa, segera gunakan obat ini dengan dosis yang sama dan tak menggandakannya. Simpan di lokasi yang kering, jauh dari sinar matahari, serta tak dapat dijangkau anak-anak atau hewan peliharaan.

Interaksi Minoxidil saat Digunakan Bersama Obat Lain
Jika digunakan bersama obat lain dengan jenis oles atau topikal yang memiliki kandungan kortikosteroid maupun retinoid, penyerapan minoxidil bisa meningkat. Untuk memastikan tidak ada interaksi obat yang membahayakan, pastikan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter saat akan menggunakannya bersama dengan obat, produk herbal, atau suplemen tertentu.

Efek Minoxidil dan Bahayanya
Saat menggunakan obat ini, kamu mungkin akan merasakan sejumlah efek samping, seperti kulit kepala terasa gatal, kering, dan mengelupas, terjadi iritasi, sampai kulit terasa terbakar. Umumnya, efeknya akan hilang dengan sendirinya. Meski begitu, jika tidak kunjung membaik atau bahkan semakin parah, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri pada dokter.

Selain itu, ada beberapa efek samping lain yang lebih serius dari penggunaan minoxidil, antara lain.

Tumbuh rambut pada wajah
Jantung berdebar serta denyut jantung tidak teratur dan cepat
Pingsan
Sakit kepala dan pusing
Bengkak pada kaki atau tangan
Nyeri pada dada
Sulit bernapas
Rasa letih yang tak biasa